Tak Patuh Pengelolaan Limbah Terancam Sanksi, Betajulu Edukasi Pabrik Sawit di Riau
Persinvestigasi.com - PT Betajulu Enviro Laboratorium mengedukasi perusahaan pabrik kelapa sawit di Provinsi Riau terkait pentingnya kepatuhan pengelolaan limbah sesuai ketentuan perundang-undangan, menyusul masih adanya industri yang belum menjalankan kewajiban AMDAL dan berpotensi dikenai sanksi perdata maupun pidana. Edukasi tersebut dikemas dalam seminar dan sosialisasi penanganan limbah yang digelar di Hotel Grand Central Pekanbaru, Jumat (29/1/2026).
Sosialisasi Laboratorium Industri ini dilakukan agar Perusahaan Sawit Patuh terhadap Ketentuan UU untuk Ramah Lingkungan.
Direktur PT Betajulu Enviro, Agus Simamora mengatakan bahwa hampir 315 pabrik populasi di Riau, kini hadirnya PT. Betajulu bertujuan untuk memfasilitasi dan memberi kemudahan sehingga kedepan semua pabrik sudah melakukan kewajibannya.
"Kehadiran kami adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bagus dengan mengurangi pencemaran," ungkap pak Agus Simamora.
Turut Hadir Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan, Bob Kurniawan mengatakan, pihaknya hadir untuk membantu mensosialisasikan fungsi laboratorium untuk mencegah pencemaran lingkungan.
"Ini sudah hadir di Pelalawan kita bantu mensosialisasikanlah ini seperti apa laboratorium ini. Dan kami menyambut baik sosialisasi ini," ujar Bob Kurnia.
Dia menjelaskan, laboratorium yang disosialisasikan ini sudah mendapat pengakuan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).
"Kemudian teriegistrasi juga dari Kementerian lingkungan Hidup. Jadi memang salah satu syarat laboratorium lingkungan ini salah satu kewajibannya harus ada teregistrasi sama Kementerian Lingkungan Hidup," pungkasnya.
Senada dengan Bob Kurniawan, Owner PT Betajulu Enviro Laboratorium, DR Setia Megawati H SKM MSI MKM mengatakan, PT Betajulu Enviro Laboratorium telah mengating akreditasi KAN dan Kementerian Lingkungan Hidup.
"Secara legalitas kita punya. Pemantauan yang dilakukan meliputi kualitas udara, emosi genset, boiler, air limbah, air sungai, air laut, air bersih, jadi semua parameternya lengkap.
Tujuan dihadirkannya laboratorium ini adalah untuk mengurangi, mengontrol dan mengendalikan dampak dari emisi karbon. "Itulah kita masuk ke Riau untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan keberlanjutan lingkungan di Riau," pungkasnya.
Editor : Fitri


